Feeds:
Posts
Comments

Mengapa ada beberapa orang yang tanpa usaha keras dapat menjadi populer dan disukai? Secara kontras, orang lain, tidak perduli seberapa keras usaha mereka, mereka tidak pernah mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat. Walaupun kita benci untuk mengakuinya, banyak orang secara rahasia mendapatkan kekaguman dari orang lain. Berikut adalah faktor yang dapat membawa popularitas secara alamiah.

1. Jangan Coba Menjadi Populer
Adalah sebuah kesalahan untuk mencoba menjadi populer. Saat kita coba memberikan kesan baik kepada orang lain, ini akan memancing kita untuk memberikan kesan palsu, dan kita menyembunyikan diri kita yang sejati. Kebiasaan seperti ini dapat memberikan kesan baik untuk sementara waktu, namun untuk jangka panjang, hal ini kurang baik. Kita harus mendasarkan pertemanan atas asar diri yang sejati, dan menghindari tindakan berlebihan untuk meningkatkan harga diri orang lain.

2. Pikirkan Orang lain diatas Diri anda

Manusia menghargai seseorang yang menghargai orang lain. Jika anda hanya berbicara mengenai diri anda sendiri dan pencapaian anda, orang akan cenderung menghindari anda. Secara alamiah, kita lebih menghormati seseorang yang meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain. Ini berarti menawarkan kebaikan kepada semua orang, bukan hanya seorang dengan status sosial yang tinggi.

3. Jadilah Diri anda Sendiri
Jangan memaksakan diri untuk menjadi seseorang yang bukan diri anda. Saat kita mencoba untuk menyenangkan hati orang lain, ada ketidak tulusan dalam pikiran dan tindakan kita, – orang lain dapat melihat hal ini. Jika kita belajar untuk menjadi diri sendiri, kita membiarkan spontanitas kita mengambil alih, ini akan menarik perhatian orang lain.

4. Milikilah Hati yang Besar

Cobalah lebih murah hati dalam berurusan dengan orang lain, lupakan kesalahan kecil, namun harga setiap usaha positif yang dihasilkan oleh orang lain. Ini adalah faktor utama yang akan menentukan apakah orang lain akan menghargai kita. Jika kita terus menuduh seseorang dengan pikiran kita yang kritis, orang lain akan merasa kecil. Jika kita menghargai setiap kualitas yang dimiliki orang lain maka orang akan mengahargai jiwa kita yang hangat.

5. Kurangi Ego anda

Apakah anda coba memberi kesan baik kepada orang lain dengan tampil seolah bijak, dan mengedepankan prestasi anda pada setiap pembicaraan? Saat anda membesarkan ego anda, anda hanya meningkatkan popularitas untuk diri anda sendiri. Jika anda dapat bekerja tanpa mengharapkan penghargaan dari orang lain, orang akan menghargai kerendahan hati anda. Biarkan tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata, anda tidak perlu memasarkan diri anda, anda bukanlah politisi yang sedang berusaha memenangkan pemilihan.

6. Humor

Untuk mendapatkan popularitas kita tidak perlu hidup terlalu serius. Humor adalah atribut terbesar yang dilihat seseorang dari orang lain. Beberapa mengatakan bahwa humor adalah faktor terpenting yang dilihat seorang wanita dari pria.

7. Ikuti Idealisme anda Secara diam-diam

Seseorang akan melihat karakter yang solid dari sifat-sifat seperti kejujuran, kebaikan, kekuatan, dan kerendahan hati. Namun pada saat yang bersamaan ada banyak sifat ideal yang tidak pernah dibicarakan. Seringkali kita mengomentari bagaimana seseorang seharusnya hidup. Namun para kritikus ini seharusnya banyak memperbaiki dirinya sendiri sebelum memberikan komentar kepada orang lain. Rahasia popularitas ini adalah untuk jujur kepada diri sendiri dan menerima diri sendiri tanpa keperluan untuk mengoreksi orang lain. Cara yang paling kuat adalah memimpin dengan contoh

ebooke-book2x gratisan banyak anda bisa dapatkan dari pencarian melalui google
Berikut adalah salah satu keywords di Google yang dapat anda gunakan.

Silahkan mencoba ..misalnya ada judul “For Dummies” dengan format chm/pdf/zip :
Buka google.co.id atau google.com:

-inurl:htm -inurl:html intitle:”index of” +(“/ebooks”|”/book”) +(chm|pdf|zip) +”For Dummies”

Silahkan ditambahkan di comment utk sharing…

Selamat mencoba..!

goalBanyak orang hidup hanya sekedar hidup, tanpa memiliki “TUJUAN” yang jelas. Dan disaat seseorang tidak memiliki “TUJUAN” yang jelas, maka dia tidak tahu apakah yang sedang dilakukannya itu akan membuat dia menjadi “BESAR” atau “TIDAK”.
Namun bagi orang – orang berhasil, penetapan “TUJUAN HIDUP” adalah “KUNCI” yang akan membuat seseorang menggapai apa yang dikendaki dalam hidup ini. Karena segala sesuatu yang ada di dunia nyata dimulai dari keinginan atau tujuan seseorang di alam maya.
Apa manfaat dari seseorang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya..?
Ada beberapa hal yang ingin saya bagikan buat kita semua :
1. Semangat kita selalu diperbaharui.
Tanpa tujuan yang jelas, antusiasme akan mudah pudar. Semangat muncul saat kita berjuang untuk suatu tujuan yang jelas dan melihat bagaimana “Sang Khalik” turut bekerja dalam hidup kita.
2. Arah hidup kita menjadi jelas.
Tanpa tujuan, kita kehilangan arah dan tidak akan ke mana-mana. Akhirnya kita merasa puas diri dengan berkata: ‘Saya memang begini adanya’. Itu sebabnya milikilah tujuan hidup yang pasti agar kita tahu mau menjadi seperti apa kita nantinya.
3. Raihlah prestasi di atas rata-rata.
Tanpa tujuan, hidup kita akan biasa-biasa saja. Bekerja dengan fokus dan buatlah hal-hal yang paling baik di dalam hidup Anda.
4. Milikilah sikap yang benar.
Saat kita tidak menyukai pilihan yang kita buat, biasanya kita akan jadi lebih suka mengkritik, menggerutu (hal – hal negatif lainnya). Tetapi bila kita mengikuti rencana “Sang Pencipta”, kita akan lebih memiliki hati yang terbuka dan dapat lebih baik berhubungan dengan orang lain.
5. Hidup terasa lebih berharga.
Jika kita hidup untuk diri sendiri, maka kita akan kecewa. Penetapan tujuan akan membantu kita menggunakan waktu, tenaga, keahlian dan bakat/talenta dengan bijaksana. Hidup adalah anugerah, dan kita perlu menanganinya dengan baik. Untuk itu kita perlu tujuan.

Pilihlah tujuan hidup yang jelas, prestasi, dan juga imbalannya.Tetapkanlah “TUJUAN HIDUP” itu sekarang juga.
(dikutip dari Reliso Harefa)

Untuk sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut…
Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.

Jessica Padykula menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut:

1. Hidup di saat ini.
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.

3. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.

4. Jangan berdiam diri.
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

5. Fokus pada hal-hal positif.
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti ‘hari ini cerah’ atau ‘makan sore hari ini menakjubkan’. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.

6. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.

7. Hadapi rasa takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

8. Coba hal-hal baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran ‘ya, tapi…’. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.

9. Ubah cara pandang

Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.

Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah harga diri. Begitu pentingnya harga diri, sehingga tidak sedikit orang yang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga dirinya. Untuk menjadi pribadi yang disukai, harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain. Karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih bersahabat.

1.ROYALAH DALAM MEMBERI PUJIAN
Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus.

2.BUATLAH ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTING
Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb.

3.JADILAH PENDENGAR YANG BAIK
Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.

4.USAHAKANLAH UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR
Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak.

5.BERSIKAPLAH RAMAH
Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda.

6.BERMURAH HATILAH
Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain.

7.HINDARI KEBIASAAN MENGKRITIK, MENCELA ATAU MENGANGGAP REMEH
Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat.

8.BERSIKAPLAH ASERTIF
Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata Ya, tetapi orang yang bisa berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu lebih dihargai dibanndingkan sikap Yesman.

9.PERBUATLAH APA YANG ANDA INGIN ORANG LAIN PERBUAT KEPADA ANDA
Perlakuan apapun yang anda inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus anda lakukuan terlebih dahulu. Anda harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain.

10.CINTAILAH DIRI SENDIRI
Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin mudah Anda menyukai orang lain, maka semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada saat yang sama tanpa disadari Anda memancarkan pesona pribadi yang bisa membuat orang lain menyukai Anda.

Penciptaan Ibu

ibu1

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut :”Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?”
Dan Tuhan menjawab pelan : “Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?,”

1. Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik.
2. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.
3. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya.
4. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anak dan suaminya.
5. Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan hati yang sedih.
6. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
7. Enam pasang tangan!!!!” Malaikat menggeleng-gelengkan kepalanya : “Enam pasang tangan…?tsk tsk tsk”–

“Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini,mengatur segalanya menjadi lebih baik….”, balas Tuhan.
8. Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.”
“Bagaimana modelnya?” tanya malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk.
“Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya :”Apakah yang sedang kau lakukan disitu?”, padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.
“Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat kebelakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bicara! Mata itu harus berkata : “Saya mengerti dan saya sayang padamu.” Meskipun tidak diucapkan sepatah kata.
“Tuhan.” kata malaikat itu lagi, “Istirahatlah.”
“Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai.”
9. Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10. Ia harus tetap memberi makan 5 orang dengan uang yang menipis diakhir bulan.
11. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi…..”
Akhirnya malaikat membalik-balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
“Terlalu lunak”, katanya memberi komentar.
“Tapi kuat!’ Kata Tuhan bersemangat.
“Tak akan bisa engkau bayangkan betapa banyak yang bisa ia tanggung, pikul dan derita.”
“Apakah ia dapat berpikir?” tanya malaikat lagi.
“Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, idea dan “berkompromi”, Kata Sang Pencipta.
Akhirnya malaikat menyentuh sesuatu di pipi,
“Eh, ada kebocoran di sini.”
“Itu bukan kebocoran”, Kata Tuhan.
“Itu adalah air mata….air mata kebahagiaan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, air mata…air mata….”
“Tuhan memang ahliNya….”, malaikat berkata pelan.
Subhanallah….Mulialah engkau wahai para ibu….

Maka dari itu kita harus mengasihi ibu kita ….

Life Is Simple !

Hidup itu sederhana
life is simple
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
*** Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb.  Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga  bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
*** Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.”
Ibu menjawab: “Mengapa?”
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah. “
*** Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras,
Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.”
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”
*** Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.”
Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”
Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.”
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak
cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”
*** Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:
“Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
*** Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
*** Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak  serakah dan memiliki secukupnya saja.

&&& Hidup itu tidak sulit tapi juga tidak mudah.&&&

Pembelajaran Hidup

anakjalananSekedar berbagi cerita didalam keindahan hari ini :
Siang di bulan February 2008, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat.
Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi – Jakarta, dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.
Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan
“Terima kasih Oom !”. Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka. Kaki – kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka
Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, duapertiga terisi tissue putih berbalut
plastik transparan .
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .
“Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.
“Maaf, nggak ada kembaliannya..ada uang pas nggak mbak ?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah
mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter “Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka, saya sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah.
“Nggak punya, tukas saya!” lalu tak lama siwanita berkata “ambil
saja kembaliannya, dik !” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget, setengah
berteriak ia bilang” sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja !”,
namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “maaf mbak, Cuma ada empat ribu, nanti
kalau lewat sini lagi saya kembalikan !” Akhirnya uang itu diterima si wanita karena sikecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka, uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !”.
“eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !” saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya,
“Nanti dulu Om, biar ditukar dulu ..sebentar”
“Nggak apa apa , itu buat kalian” Lanjut saya
“jangan ..jangan Om, itu uang om sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras
” Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat, secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
” Ini deh om , kalau kelamaan , maaf ..” ia memberi saya delapan pack tissue ” Buat apa ?” saya terbengong
“Habis teman saya lama sih Om, maaf, tukar pakai tissue aja dulu ” walau dikembalikan ia tetap menolak.
Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
“Terima kasih Om , !”..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan ” Duit mbak tadi gimana ..? ” suara kecil yang lain menyahut “lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita
kasihin…” percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.
-Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu
hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta-minta dengan berdagang Tissue.
Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.

PESAN MORAL :
Saya membandingkan keserakahan kita, yang tak pernah ingin sedikitpun
berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang ain.
“Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana, kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak”
sumber : milis

Sayangilah Ibumu !

ibu1Ini adalah mengenai nilai kasih ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

 

 

Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke warung Rp 20.000
2) Menjaga adik Rp 20.000
3) Membuang sampah Rp 5.000
4) Membereskan tempat tidur Rp 10.000
5) menyiram bunga Rp 15.000
6) Menyapu halaman Rp 15.000
Jumlah Rp 85.000

Selesai membaca, si Ibu tersenyum memandang si Anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.

1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan- GRATIS
2) Ongkos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) Ongkos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
4) Ongkos khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS
5) Ongkos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah keseluruhan nilai kasihku – GRATIS

Air mata si Anak berlinang setelah membaca. Si Anak menatap wajah Ibu, memeluknya dan berkata, “Saya sayang Ibu”. Kemudian si Anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar”.

Diriwayatkan seorang telah bertemu Rasulullah SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak mendapatkan layanan istimewa dariku?”

Rasulullah menjawab, “Ibumu”
Kemudian?
Rasulullah menjawab, “Ibumu..”
Kemudian???
Rasulullah menjawab, “Ibumu..”
Kemudian Rasulullah berkata, “Baru Kemudian ayahmu dan setelah itu saudara-saudara terdekatmu.”

Belajar dari Seekor Elang

elangAda seorang petani menemukan sebuah telur di sawahnya, yang ternyata telur itu adalah telur seekor elang. Namun si petani tersebut tidak menyadarinya. Kemudian si petani tersebut membawanya pulang untuk digoreng sebagai tambahan menu makan hari ini. Tetapi sesampainya di rumah, petani tersebut urung melakukan niatnya, melihat bentuk telur itu yang agak besar dan berbeda dengan telur ayam biasanya. Akhirnya si petani tersebut menaruh telur elang tersebut di kandang seekor ayam betina di belakang rumahnya untuk di erami.
Hari berganti hari, dan akhirnya telur elang itupun menetas bersama dengan telur
- telur ayam lainnya. Masa kanak-kanak elang tersebut dihabiskan dengan anak-anak ayam yang lain. Dan akhirnya tingkah elang tersebut pun seperti layaknya ayam yang lain.

Selanjutnya si elang tersebut tumbuh dewasa. Badannya semakin tegar, sayapnya semakin kokoh, kuat paruhnya semakin tajam, dan kakinya semakin mencengkram. Tapi dia masih saja bertingkah seperti ayam. Dia tidak berani tuk mengepakkan sayapnya, hanya bersedih melihat dirinya berbeda dengan ayam-ayam lainnya dan hanya bisa memandang ke langit memperhatikan burung-burung lain yang terbang. Hingga akhirnya si elang itupun mati tanpa ia bisa mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi di angkasa.

—————————-
Sebuah pelajaran yang berharga dari cerita di atas. Tentang diibaratkannya diri kita adalah seekor elang yang sebetulnya mampu untuk terbang, melayang tinggi, dan bermain di angkasa. Hanya tinggal kemauan untuk mencoba mengepakkan sayap, maka kita akan bisa terbang bersama burung-burung yang lain dan malah bisa lebih tinggi kalau kita menyadari bahwa diri kita memiliki kelebihan dan kekuatan untuk melakukan hal itu.

Tapi sayang, kadang-kadang mental kita masih berada jauh dari impian, masih berkutat di dalam lingkungan yang sempit, kuno, dan tidak mau berubah seperti eleng tadi. Untuk keluar mencoba melakukan sesuatu hal yang baru masih belum bisa dan tidak berani melakukannya. Kita masih terkondisikan oleh lingkungan, tanpa mau tahu sebetulnya kita juga bisa menciptakan kondisi lingkungan.

Memang berat menjadi seekor elang di lingkungan ayam, karena memang sudah menjadi kebiasaan, menjadi sebuah tabiat, semua dilakukan atas asas tradisi. Tapi tidak ada salahnya tuk mencoba, tidak ada salahnya tuk bisa berubah. Hidup adalah sebuah alur yang tidak selalu lurus. Ia bergerak dinamis mengikuti arah perkembangan jaman.

Banyak rintangan dan hambatan menjadikan sebuah pelajaran buat kita tuk bisa menghadapinya. Kesabaran tuk belajar mengepakkan sayap secara perlahan-lahan tapi pasti akan menunjukkan jati diri bahwa kita adalah manusia yang diciptakan oleh Allah secara sempurna yang diberikan akal untuk berpikir, tuk bertahan hidup, dan juga tuk bisa merasakan setiap perbedaan dengan perubahan.

Older Posts »