Nyesel banget baru nonton film ini, padahal pada saat pemutaran perdana dapat tiket nonton gratis di Blitz Megaplex-Pacific Place. Gak tau kenapa, film ini hanya diputar di BM-PP..??
Film berdurasi 3 jam ini layak ditonton terutama oleh orang tua/dosen/guru agar menyadarkan mereka (saya juga..).
Begitu banyak Pesan yang ingin diantaranya adalah :
- kadang orangtua/dosen/guru, jauh-jauh hari sudah menentukan kehidupan anak dimasa depan, bahkan saat kita masih berada dalam kandungan. Seolah mereka-lah yg berhak menentukan mau jadi apa anak kita nanti. Padahal, anak pun berhak menentukan masa depannya sendiri.
- Kampus/mahasiswa dijadikan tempat untuk mengejar nilai/reputasi agar kampus mereka dikenal sebagai kampus yg “angker/sulit” sampai2 mahasiswanya bunuh diri karena tidak diberi kesempatan oleh dosennya (Mr.Virus). Mahasiwa dijadikan seperti mesin.Mereka kadang lupa bahwa kampus adalah tempat untuk berkespresi dan berinovasi
-Begitu banyak cerita sedih dan lucu, mulai dari anak yg “dipaksa” orang tuanya untuk menjadi mhs teknik mesin padahal dia lebih senang fotografi (Farhan), anak yang terhimpit kesulitan ekonomi sehingga “ketakutan” itu membuat ia tidak dapat berfikir jernih dalam kuliah sampai2 melakukan percobaan bunuh diri (Raju) dan terakhir adalah seorang mahasiswa yang mencoba untuk mendobrak paradigma kampus/dosen/orang tua yang terlalu memaksakan kehendak sehingga anak tidak menjadi kreatif dan inovatif (Ranchoo)
Tokoh Ranchoo yg cerdas benar-benar membuat kagum. Tidak semua pertanyaan harus dijawab dengan teori panjang lebar, dengan cara sederhana tapi akurat akan lebih baik.
Begitupun yang terjadi saat dosen teknik mesin bertanya pada Ranchoo arti kata ‘MESIN’, dan Ranchoo menjawab dengan sederhana, singkat namun akurat sambil mencontohkan beberapa barang seperti mesin mobil/kakulator dll.Si Dosen tidak terima jawaban itu, dia pun berkata:
”Sesederhana dan sesingkat itu??! Kalau begitu kau kuliah jurusan perdagangan saja daripada teknik mesin!!”
Ranchoo berusaha mempertahankan jawabannya, si Dosen marah dan menyuruh Ranchoo keluar kelasnya. Saat Ramchoo hendak meninggalkan kelas, ia mundur kembali, dan Mr. Viru bertanya:
”kenapa kau kembali lagi??!”
”ada yang lupa saya ambil..”. Jawab Ranchoo.
”apa yg lupa kau ambil itu??!”. Tanya dosen.
”saya lupa mengambil.. Bla bla.. @*#7o8+&/#%……”. Jawab Ranchoo panjang lebar.
”HEI! Apa yg sebenarnya ingin kau ambil itu??!”. si dosen kesal.
”BUKU..”. Jawab Ranchoo tenang.
”kenapa tidak bilang ‘buku’ saja dari tadi, tak perlu panjang lebar!”. Mr. Viru murka.
Dan dengan muka penuh senyum Ranchoo menjawab:
”kalau saya menjawab dengan singkat tanpa teori, buat apa saya kuliah teknik, lebih baik jadi pedagang saja bukan?!”. Dan seisi kelaspun tertawa, si Dosen tertunduk malu.
TwoThumbsUp..! semoga dunia perfilman kita dapat mengambil contoh dari film ini yang tidak saja bikin terpingkal2 dan menangis tapi juga begitu banyak pesan didalamnya yang sangat bermakna untuk pendidikan dan kehidupan..


